6 Penyebab Benjolan Di Payudara Selain Kanker Yang Perlu Diketahui

SHARE DAN TAG TEMANMU DI :

Penyebab benjolan di payudara sering kali dikaitkan dengan adanya kanker atau sel tumor ganas. Namun selain dari pada itu, tahukah Anda? Ternyata masih banyak lagi pemicu lainnya yang menimbulkan adanya benjolan di payudara sebelah kanan maupun kiri yang terkadang menimbulkan rasa sakit. Entah itu hal sepele ataupun masalah kesehatan yang juga tak boleh di anggap enteng. Bagi Anda yang penasaran dan ingin mengetahui informasi selengkapnya, simak informasi di bawah ini ya!

penyebab benjolan di payudara

Menemukan benjolan di payudara bisa menjadi mimpi buruk bagi semua orang terlebih untuk wanita. Akan tetapi, Anda tak boleh terlalu cepat mengambil keputusan. Karena Anda harus mengetahui, bahwasannya tak semua benjolan di payudara adalah tanda Anda mengalami kanker payudara. Beberapa benjolan di payudara juga diketahui bisa berupa tumor jinak yang cenderung tidak berbahaya.

Menurut seorang dokter kandungan yang juga sekaligus ahli kesehatan di Providence Saint John’s Health Center Santa Monica, Sherry Ross mengatakan, Anda perlu mengenali jaringan payudara Anda dan bagaimana bentuk normal. Hal ini bisa membantu Anda mengetahui sesuatu yang tidak normal terjadi.

6 Penyebab Benjolan Di Payudara Selain Kanker Yang Perlu Diketahui

Berikut adalah berbagai penyebab benjolan di payudara yang paling umum terjadi pada wanita termasuk pada ibu menyusui sekalipun.

1. Payudara yang padat

Perlu Anda ketahui, bahwasannya payudara terdiri dari jaringn lmak dan jaringan ikat. Adapun wanita dengan payudara padat diketahui memiliki banyak jaringan ikat dan sedikit jaringan lemak. Kondisi ini dua pertig dialami oleh wanita premenopause dan post-menopause.

Sehingga cukup sulit untuk membedakan mana benjolan biasa dan mana kanker dengan mamogram tradisional. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahuipakah benjolan yang timbul baru atau sudah lama, dan apakah itu berubah.

2. Tumor jinak

Penhyebab benjolan di payudara lainnya yang paling umum adalah fibroadenoma atau tumor jinak. Fibroadenoma ini terdiri dari kedua jaringan kelenjar payudara dan ikat yang umumnya ada pada wanita yang berusia 20-30 tahunan.

Fibroadenoma sendiri memiliki ukuran dan jenis yang bervariasi. Sehingga sering kali tumor jinak ini digambarkan sebagai bentuk yang kencang, halus atau seperti karet dan juga didefinisikan memiliki bentuk seperti marmer. Mesi jenis tumor ini tidak berbahaya, namun masalah ini sebaiknya segera diatasi. Sebab tumor jinak ini akan terus tumbuh membesar dan mungkin bisa mempengaruhi kenyamanan dan bentuk payudara Anda.

3. Kista

Perubahan dalam jaringan payudara juga bisa disebabkan oleh fibrosis atu kista yang umumnya bersifat jinak. Penyebab benjolan di payudara berupa fibrosis sendiri merupakan nama untuk jaringan fibrosa yang padat, juga sama dengan jaringan ligamen dan jaringan parut. Adapun area yang terdapat fibrosis mungkin akan terasa kenyal, kencang atau sulit di sentuh.

Adapun kista sendiri biasanya berbentuk bulat, bisa bergerak-gerak dan benjolan cairan ini juga paling umum terjadi pada wanita berusia 40 thun. Kisa juga biasanya akan membesar pada saat mendekati siklus haid Anda. Namun, kista di payudara tidak disebabkan oleh haid. Dan lantaran kista ini tergolong jinak, maka bisa dikurang dengan membatasi asupan kafein atau nikotin yang bisa menjadi pemicu benjolan di payudara.

4. Haid

Perubahan hormon yang terjadi pada saat haid juga bisa memperburuk dari semua masalaha di jaringan payudara. Haid juga bisa menyebabkan payudara Anda membengkak dan terasa berbeda. Adapun menurut National Cancer Institute, gumpalan dan benjolan yang terasa selama siklus haid ialah normal. Hal ini dikarenakan cairan berlebih di bagian dada akibat hormon.

5. Gumpalan darah

Meski terbilang jarang, Akan tetapi benjolan di payudara juga bisa diosebabkan karena pembekuan darah di pem,buluh darah tepat di bawah kulit tromboflebitis superfisal. Kondisi yang tergolong langka ini dapat mempengaruhi salah satu pembuluh darah di payudara dan ini yang paling sering mempengaruhi benjolan di sisi luar atau bawah puting payudara.

Anda kemungkinana akan merasakan adanya goresan menonjol yang terkadang sakit saat di raba atau di tekan. Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh trauma pada daerah payudara, olahraga yang terlalu kuat atau memakai bra yang terlalu ketat. Dan kabar baiknya, kondisi ini akan menghilang dengan sendiri.

6. Intraductal papilloma

Kondisi ini merupakan sejenis tumor jinak non kanker yang terbentuk pada kelenjar susu. Biasanya kondisi ini teraba berupa satu benjolan besar yang terletak dekat puting atau bisa juga terbentuk beberapa benjolan kecil yang terletak jauh dari puting. Adapun ukuran dari benjolan tumor ini berkisar antara 1-2 cm, dan bisa lebih besar bahkan lebih kecil tergantung dimana benjolan tumbuh.

Jenis tumor jinak ini umumnya terbentuk dari kelenjar, sel fibrous dan pembuluh darah. Adapun kondisi intraductal papilloma ini lebih sering terjadi pada mereka yang berusia 35 sampai 55 tahun. Meski bersifat non kanker, namun kondisi ini di sebut-sebut memiliki resiko berkembang menjadi kanker payudara apabila tumor yang tersebar di payudara dan jauh dari puting lebih dari satu (multiple papillomas). Hal tersebut dikaitkan dengan keadaan pre-kanker yang disebut dengan atypical hyperplasia.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini terkait penyebab benjolan di payudara selain kanker yang penting unuk Anda ketahui. Namun untuk lebih memastikannya, Jika Anda kini mendapati benjolan di payudara, sebaiknya segera periksakan ke pusat kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Kami sendiri sejatinya memiliki pengobatan alternatif untuk mengobatai benjolan di payudara. Untuk itu, silahkan klik : Obat Benjolan Di Payudara Herbal. Semoga bermanfaat dan salam sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *