Gejala Stroke Ringan dan Penyebabnya Yang Harus Diwaspadai

SHARE DAN TAG TEMANMU DI :

Gejala stroke ringan pada dasarnya tidak boleh abaikan, meski hanya berlangsung beberapa saat ataupun tidak menyebabkan keruksakan. Hal tersebut dikarenakan kondisi ini bisa jadi adalah sebuah peringatan. Bahkan, 1 dari 3 orang yang pernah mengalami stroke ringan diketahui bisa mengalami stroke berat.

Gejala Stroke Ringan dan Penyebabnya Yang Harus Diwaspadai

Stroke ringan dalam istilah medis dinamakan dengan serangan iskemik transien atau transient ischamic attac (TIA). Kondisi ini memiliki pengertian yang sama dengan stroke, yakni kondisi dimana terjadinya hambatan aliran darah ke otak. Sehingga wajar, apabila gejala yang timbul mirip dan juga organ yang terlibatpun sama.

Adapun perbedaan mendasar diantara stroke ringan dan juga stroke ialah, terletak pada ukuran maupun tingkat keparahan sumbatan yang menghalangi aliran darah ke otak. Pada stroke ringan sendiri, biasanya sumbatan tergolong kecil, sehingga bisa langsung diperbaiki kembali oleh sistem pertahanan dalam tubuh.

Meski kondisi ini hanya bersifat sementara dan bisa sembuh tanpa mengonsumsi obat stroke sekalipun, namun para ahli kesehatan berasumsi bahwa kondisi ini bisa saja suatu alarm terhahap kondisi yang lebih fatal seperti stroke. Maka dari itu, sebaiknya Anda perlu mewaspadai kondisi ini diantaranya dengan mengenal gejala dan penyebabnya.

Lalu, Apa saja gejala stroke ringan?

Pada dasarnya, gejala TIA atau stroke ringan biasanya mudah dilihat melalui wajah, lengan dan juga kemampuan berbicara. Adapun tanda dan ciri-ciri stroke ringan selengkapnya adalah sebagai berikut:

  • Mengalami pusing dan hilang keseimbangan.
  • Pandangan menjadi kabur, bahkan mengalami kebutaan pada salah satu maupun kedua mata.
  • Terjadi kelemahan otot wajah, sehingga wajah turun ke salah satu sisi, tidak bisa tersenyum, mata, ataupun mulut turun ke bawah.
  • Tangan maupun kaki terasa lemas atau mengalami mati rasa pada salah satu sisi. Sehingga bisanya mereka tidak mampu mengangkat kedua lengan.
  • Kemampuan berbicara yang terganggu, seperti mereka akan cadel, tidak beraturan bahkan tidak bisa berbicara sama sekali.

Meski begitu, tidak semua penderitanya mengalami gejala yang sama. Namun jika Anda mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Berbagai faktor resiko dan penyebab stroke ringan

Seperti halnya yang telah disampaikan diatas, bahwasannya stroke ringan dipicu oleh terhambatnya alairan darah ke otak. Kondisi ini bisa terjadi karena endapan kolesterol yang mengandung lemak atau yang dikenal dengan istilah plak (aterosklerosi) didalam arteri yang menghantarkan oksigen juga nutrisi ke otak. Beberapa faktor lainnya juga disebut-sebut dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke ringan. Seperti halnya:

  • Keturunan. Seperti pada beberapa masalah kesehatan lainnya, faktor genetik juga bisa meningkatkan resiko stroke ringan.
  • Obesitas. Masalah kelebihan berat badan atau obesitas juga diketahui dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke ringan.
  • Usia. Mereka yang telah berusia 55 tahun keatas memiliki resiko lebih besar mengalami masalah kesehatan ini.
  • Jenis kelamin. Laki-laki dipercaya lebih tinggi memiliki resiko terkena stroke ringan dibandingkan dengan wanita.
  • Masalah kesehatan. Gangguan kesehatan seperti penyakit anemia sel sabit dan diabetes juga bisa menjadi faktor meningkatnya resiko terjadinya stroke ringan.
  • Gaya hidup yang tidak sehat. Seperti suka merokok, mengonsumsi minuman keras, mengonsumsi makanan tinggi lemak dan lainnya.

Adapun terlepas dari faktor usia dan juga keturunan, terdapat, beberapa cara untuk pencegahan stroke ringan. Diantaranya ialah dengan menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan berat badan, berolahraga, melakukan pengobatan diabetes, tidak merokok dan melakukan pola hidup sehat lainnya.

Nah, itulah sekilas informasi mengenai gejala stroke ringan dan penyebabnya yang sudah sepantasnya kita waspadai. Semoga setelah menyimak ulasan ini, kita bisa lebih waspada dan dapat memotivasi diri kita untuk bisa melakukan pola hidup sehat, sehingga kita bisa terhindar dari masalah kesehatan ini. Salam sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *