Gejala Kanker Payudara √ Penyebab √ Diagnosis dan Perawatan

SHARE DAN TAG TEMANMU DI :

Gejala kanker payudara tak hanya dapat dialami oleh wanita berusia lanjut dan ibu menyusi. Melainkan juga dapat dialami oleh anak, remaja bahkan pria sekalipun. Bahkan, lantaran gejala awal yang tidak muncul atau kurang diketahui, biasanya saat diperiksakan kanker telah menyebar dan berkembang hingga ke stadium 2 bahkan 4.

gejala kanker payudara

Maka dari itu, kini Anda lebih di tuntut untuk mewaspadai penyakit yang mematikan ini. Selain selalu mempraktekan pola hidup sehat, sebaiknya Anda juga mengenal dan memahami berbagai gejala, penyebab diagnosis hingga perawatan kanker payudara sejak dini.

Lalu, apa saja gejala kanker payudara?

Pada dasarnya, kanker payudara tidak memperlihatkan gejalanya di tahap awal. bahkan pada sebagian kasus, tumor mungkin tidak akan terasa lantaran ukurannya yang sangat kecil yang mana mungkin hanya bisa diketahui dengan pemeriksaan mamografi.

Sedangkan apabila tumor cukup besar, maka akan teraba sebagai benjolan pada payudara. Meski demikian, tidak semua bejolan berarti kanker. Dan berikut adalah tanda dan gejala yang bisa muncul pada breast cancer stadium awal hingga stadium lanjut.

  • Munculnya benjolan pada payudara atau penebalan jaringan yang terasa berbeda dibandingkan jaringan disekitarnya.
  • Warna kulit payudara yang berubah menjadi memerah
  • Puting terasa sakit
  • Muncul benjolan atau pembengkakan dibawah pada ketiak
  • Terjadi pengelupasan kulit areola dan kulit payudara
  • Nyeri dan terjadi pembengkakan pada payudara
  • Darah keluar dari puting payudara
  • Puting tertarik masuk kedalam.

Seseorang yang mengalami beberapa gejala diatas, tidak dapat dipastikan secara langsung meraka mengalami kanker payudara. Lantaran benjolan pada payudara juga tak hanya dapat menjadi gejala kanker payudara, melainkan juga bisa disebabkan oleh kondisi lainnya seperti kista. Maka dari itu, sangatlah penting untuk segera memeriksakan kondisi Anda, apabila Anda menemukan berbagai gejala yang telah disebutkan diatas.

Mengetahui sedikit tentang penyebab kanker payudara

Kanker payudara dapat diartikan sebagai kondisi saat sel kanker terbentuk di jaringan payudara. Kanker bisa terbentuk dikelenjar yang menghasilkan susu (lobolus), ataupun di saluran (duktus) yang membawa air susu dari kelenjar ke puting payudara. Kanker juga bisa terbentuk dijaringan lemak atau jaringan ikat payudara.

Jenis kanker yang satu terbentuk pada saat sel-sel didalam payudara tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Sel tersebut pada umumnya membentuk tumor yang terasa seperti benjolan. Meski biasanya terjadi pada benjolan, kanker payudara juga umumnya bisa menyerang pria.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti, mengaopa sel-sel tersebut berubah menjadi sel-sel kanker. Namun para ahli menduga, interaksi antara faktor genetik, gaya hidup, lingkungan dan juga hormon, sehingga sel menjadi abnormal dan tidak terkendali. Selain dari pada itu, terdapat beberapa faktor resiko yang meningkatkan seseorang terkena kanker payudara. Diantaranya seperti:

  • Usia. Semakin bertambahnya usia, maka resiko seseorang terkena kanker payudara juga akan meningkat.
  • Jenis kelamin. Wanita lebih rentan terserang kanker payudara dibandingkan pria.
  • Paparan radiasi. Bagi seeorang yang telah mengalami radioterapi, maka juga memiliki resiko rentan terkena kanker payudara.
  • Obesitas. Berat badan yang berlebih juga meningkatkan seseorang terserang kanker payudara.
  • Belum pernah hamil. Wanita yang pernah hamil dan juga menyusui juga memiliki resiko kanker payudara lebih tinggi dibanding wanita yang belum pernah hamil dan juga menyusui.
  • Melahirkan di usia tua. Wanita yang baru memilikki anak diatas usia 30 tahun lebih juga memiliki resiko mengalami kanker payudara.
  • Mengonsumsi alkohol. Studi terbaru menunjukkan, bahwasannya mengonsumsi alkohol walau dalam jumlah yang sedikit juga tetap dapat meningkatkan resiko kanker payudara.
  • Riwayat kanker pada keluarga. Terjadinya mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 juga bisa memicu kanker payudara diturunkan dari orang tua ke anaknya.
  • Terapi hormon. Setelah menopause, wanita yang mendapat terapi pengganti hormon dengan estrogen dan progesterone juga lebih beresiko terkena kanker payudara.
  • Telat menopause. Wanita yang belum mengalami menopause hingga usia 55 tahun juga memiliki resiko lebih tinggi mengalami kanker payudara.
  • Mulai menstruasi terlalu muda. Wanita yang mengalami menstruasi dibawah usia 12 tahun juga diketahui memiliki resiko yang lebih tinggi mengalami kanker payudara.

Diagnosis dan perawatan kanker payudara

Untuk diagnosisnya, mula-mula dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu pada kedua payudara dan juga kelenjar getah bening diketiak untuk mengetahui adanya benjolan atau kelainan lainnya. Sejumlah tes penunjang pun bisa menjadi pilihan untuk mendiagnosis kanker payudara. Mulai dari tes mammografi, USG mammae hingga tes MRI.

Adapun untuk perawatan dan pengobatan kanker payudara sendiri biasanya di sesuaikan dengan tipe, stadium dan juga tingkat sel kanker. Adapun secara umum pengobatan yang dilakukan bisa dilakukan dengan melakukan bedah lumpektomi, bedah mastektomi, bedah pengangkan kelenjar getah bening, radioterapi, terapi hormon, kemoterapi hingga terapi target.

Selain dari pada itu, pengobatan kanker payudara juga bisa dilakukan secara alami yakni dengan menggunakan obat kanker payudara yang terbuat dari bahan-bahan herbal, seperti halnya obat dari walatra. Selain efektif, obat jenis ini juga diketahui cenderung lebih aman dan juga tidak menimbulkan efek samping.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan pada kesempatan kali ini seputar gejala kanker payudara lengkap dengan penyebab, diagnosis, perawatannya. Semoga ulasan singkat ini bisa membuat kita lebih waspada lagi akan penyakit mematikan yang satu ini. Salam sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *