Gejala Asam Lambung Naik √ Penyebab dan Cara Mengatasinya

SHARE DAN TAG TEMANMU DI :

Gejala asam lambung naik ke dada, kerongkongan bahkan kepala bisa nyatanya dialami oleh siapa saja, termasuk anak dan ibu hamil. Selain dapat membuat penderitanya tidak nyaman, kondisi ini juga bisa menyebabkan penderitanya mengalami sesak napas.

gejala asam lambung naik

Adapun bagi Anda yang ingin mengetahui informasi lengkap seputar gejala, penyebab dan cara mengatasi asam lambung naik ini, sebaiknya Anda simak ulasan singkat berikut.

Apa itu penyakit asam lambung?

Penyakit asam lambung naik atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah masalah kesehatan yang umumnya banyak terjadi dimasyarakat. Kondisi ini umumnya ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung menuju esofagus atau kerongkongan.

Asam lambung sendiri merupakan asam hidroklorida yang terdapat didalam lambung. Pada dasarnya, asam ini memiliki fungsi untuk memecah makanan dan juga melindungi tubuh dari berbagai jenis bakteri. Akan tetapi dorongan atau tekanan dari lambung serta rusaknya lower esophageal spincter (LES) dapat menyebabkan makanan naik ke esofagus.

Meski masalah asam lambung naik biasa dialami dan tidak bersifat berbahaya, Akan tetapi pada tahap kronis, Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi mulai dari susah menelan makanan, esophagitis (radang dan iritasi pada dinding kerongkongan), jaringan dinding kerongkongan bertambah parah hingga berpotensi menjadi kanker.

Berbagai gejala asam lambung naik

Berbicara mengenai gejala akibat asam lambung naik tentunya sangat sangat beragam. Dan berikut adalah rinciannya:

  • Perut terasa bengah atau kembung setelah makan

Gejala ini terjadi khususnya setelah anda makan dalam porsi besar. Dan untuk menghindarinya, kurangi pula mengonsumsi makanan berlemak, tidak merokok dan mengonsumsi alkohol saat anda mulai merasa bengah atau kembung.

  • Rasa tidak nyaman di kerongkongan dan mulut

Saat asam lambung naik hingga ke saluran ccerna bagian atas, maka Anda bisa saja mengecap rasa yang tidak enak, seperti rasa pahit dan asam di mulut. Selain dari pada itu, kerongkongan juga mungkin akan terasa nyeri. Dan dalam kasus yang paling ekstrim, kenaikan asam lambung ini juga dapat menyebabkan tersedak.

  • Hearthburn

Hearthburn ialah sensasi yang dapat Anda rasakan saat asam lambung sampai ke esfagus. Pada kondisi ini Anda akan merasa dada terasa panas seperti terbakar, dengan tingkat nyeri yang berbeda-beda. Pada kondisi yang parah, gejala ini juga mungkin bisa menyebabkan dada terasa sangat nyeri. Selain itu, kondisi ini juga dapat bertahan selama beberapa jam dan memburuk setelah makan.

  • Muntah-muntah

Gejala sakit asam lambung yang satu ini umumnya akan ditandai dengan gejala reflux atau naiknya asam lambung ke kerongkongan hingga mulut dan diikuti dengan lambung yang terasa mual dan kembung setelah mengonsumsi makanan yang memiliki kadar asam lambung yang tinggi.

  • Sulit menelan makanan

Asam lambung naik juga dapat menyebabkan terjadinya penyempitan pada esofagus. Hal tersebut dapat membuat kita sulit menelan (disfagia) dan merasa makanan terasa tersangkut di kerongkokngan. Dalam beberapa kasus, gejala ini juga akan diikuti rasa nyeri saat menelan makanan.

  • Produksi air liur (saliva) yang berlebihan

Asam lambung naik juga bisa menyebabkan produksi saliva meningkat. Produksi berlebihan ini terkait dengan respon tubuh Anda untuk mengeluarkan sesuatu yang mengiritasi kerongkongan.

Selain dari pada itu, masih banyak lagi gejala yang menyeratai penyakit asam lambung tinggi dan naik. Diantaranya seperti suara serak (laringitis), batuk kering, nafas bau hingga pada kondisi tertentu, feses akan berwarna kehitaman disertai darah.

Apa saja penyebab asam lambung naik?

Seperti yang telah di sampaikan sebelumnya, bahwasannya pemicu asam lambung naik di karenakan oleh Lower esophageal sphincter (LES) yang tidak berfungsi secara baik. LES sendiri merupakan lingkaran otot pada bagian bawah esofagus yang berfungsi sebagai ‘penjaga gerbang’.

Pada saat sedang makan, otot LES akan rileks dan juga membiarkan makanan masuk ke dalam lambung. Setelah makan lewat, otot LES akan menjadi tegang dan menutup agar asam lambung dan makanan tidak naik kembali dari lambung ke esofagus atau kerongkongan.

Namun, pada penderita penyakit asam lambung naik, LES mengalami kelemahan. Dan sebagai akibatnya, asam lambung naik ke kerongkongan kemudian melukai dinding esofagus dan  akhirnya menyebabkan GERD. Apabila sudah begini, penderita akan merasa tidak nyaman pada kerongkongan hingga muncul sensasi terbakar di dada.

Meski penyebab melemasnya LES belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor diduga dapat menyebabkan kondisi ini. Seperti:

  • Berat badan berlebih
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang berlemak
  • Terlalu sering mengonsumsi makanan pedas
  • Terlalu banyak mengonsumsi, kopi, coklat, alkohol dan sering merokok
  • Kehamilan
  • Menderita hiatus hernia
  • Gangguan kesehatan lainnya seperti diabetes
  • Dan masih banyak faktor lainnya.

Bagaimana cara mengatasi dan mencegah asam lambung naik?

Saat asam lambung naik, sebaiknya segera konsumsi obat asam lambung yang sangat berguna untuk menetralkan kenaikan asam lambung yang terjadi. Baik obat yang di jual di Apotik secara bebas, seperti antasida, alginat dan sebagainya. Atau Anda juga bisa mencoba mengonsumsi produk herbal dari walatra yang aman dan terbukti mengatasi asam lambung naik.

Dan agar kondisi ini tidak berkembang semakin parah, maka penting untuk Anda meminimalisir munculnya gejala asam lambung dengan merubah gaya hidup. Seperti dengan mengonsumsi makanan sehat dan menghindari berbagai penyebabnya diatas. Namun jika kondisi Anda semakin memburuk ada baiknya segera periksakan ke dokter.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan seputar gejala asam lambung naik lengkap dengan penyebab dan cara mengatasinya. Semoga apa yang telah kami sampaikan dapat bermanfaat khususnya bagi Anda yang tengah mengalami berbagai gejala penyakit asam lambung. Salam sehat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *